Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Prabowo Jawab Anies persoalan Pembangunan Pabrik HP: Saya Solutif, Ya Bangun itu Pabrik!

70
×

Prabowo Jawab Anies persoalan Pembangunan Pabrik HP: Saya Solutif, Ya Bangun itu Pabrik!

Sebarkan artikel ini

TEGALPOS.COM – Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menanggapi masalah pendapat capres nomor urut 01 Anies Baswedan persoalan ancaman impor ponsel di tempat Indonesia juga bagaimana cara merancang infrastruktur dalam bentuk pabrik HP.

“Kalau saya selalu solutif kemudian tindakan, kalau memang sebenarnya hanya sekali setengah triliun, ya bangun itu pabrik!” timpal ia di Debat Capres pada Akhir Pekan (4/2/2024).

Kedua, Prabowo menilai kalau kesulitan teknologi di area Indonesia setiap saat berkaitan dengan Informan Daya Individu (SDM). Ia mengumumkan kalau pemerintah mesti mendidik anak-anak Indonesia untuk banyak mempelajari bidang science, technology, engineering, juga mathematics (STEM).

“Ini sangat mutlak, baru kita bisa saja bersaing. Kalau kita tidaklah punya awaknya bagaimana?” ucapnya.

Maka dari itu Prabowo menyiapkan kegiatan merupakan beasiswa untuk 10 ribu anak Indonesia di area bidang STEM. Dengan begitu Indonesia bisa jadi menguasai sektor teknologi.

“Jadi acara kami memberi beasiswa. Tadi telah saya katakan. 10 ribu pada bidang kedokteran, 10 ribu dalam bidang STEM. Kita ambil yg terpintar dari Indonesia. Kita kirim ke luar negeri,” beber dia.

Selain itu, Prabowo ingin Indonesia memulai pembangunan fakultas STEM lebih banyak sejumlah di dalam Indonesia.

“Kita bikin fakultas-fakultas STEM yang digunakan lebih besar berbagai lagi dalam Indonesia, baru kita rebut teknologi. Dan yang dimaksud penting kehendak politik. Ya bangun pabrik itu,” tandasnya.

Gagasan Anies
Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Anies Baswedan menanggapi tentang bagaimana kondisi pembangunan ekonomi sektor teknologi di area Indonesia. Ia mengakui kalau kemajuan sistem telekomunikasi dan juga teknologi informasi di dalam Indonesia mengalami perkembangan cepat.

“Kita menyaksikan bahwa kemajuan sistem telekomunikasi juga teknologi informasi mengalami perkembangan amat pesat, sebab itu Indonesia tiada boleh ketinggalan,” katanya pada Debat Capres pada Akhir Pekan (4/2/2024).

Ia menyampaikan ada tiga gagasan untuk menanggapi itu apabila dirinya menjadi Presiden RI. Pertama adalah bersama-sama mendatangkan pakar untuk melakukan alih teknologi.

“Gan gagasan kita adalah satu, peningkatan kualitas manusia kemudian perubahan di dalam sektor teknologi informasi dengan cara pairing, berpasangan mendatangkan pakar untuk sanggup melakukan alih teknologi bersama-sama,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Anies, adalah memprioritaskan pembangunan ekonomi yang dimaksud masuk di bentuk penanaman modal padat karya dengan dukungan perbaikan reformasi birokrasi. Ia juga menyinggung pemberantasan korupsi.

“Kedua, memperioritaskan penanaman modal yang mana masuk di bentuk penanaman modal padat karya yang dimaksud didukung dengan perbaikan reformasi birokrasi, juga pemberantasan korupsi. Ini adalah akan memberikan lowongan kerja untuk warga lokal,” lanjutnya.

Selanjutnya Anies menilai ada tiga aspek fundamental yaitu akses, kecepatan, keamanan. Poin keamanan ini adalah prioritas untuknya.

“Sehingga dengan cara seperti itu, ketika kita mengundang untuk melakukan investasi, kita akan mampu menyiapkan infrastrukturnya,” bebernya.

Hal yang digunakan tidak ada kalah penting, kata Anies, adalah pengamanan berhadapan dengan hak intelektual di tempat lapangan usaha teknologi.

“Hal yang tiada kalah penting terkait perkembangan ini adalah proteksi melawan hak intelektual yang nanti akan terkait sektor manufaktur yang terkait di area sini,” paparnya.

“Kami memandang penanaman modal padat modal yang seperti ini, padat karya, akan memungkinkan Indonesia melompat lebih banyak cepat,” jelasnya.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *