Scroll untuk baca artikel
Terpopuler

Kisah Pembunuhan Di The Lizzie Borden House

94
×

Kisah Pembunuhan Di The Lizzie Borden House

Sebarkan artikel ini

Pembunuhan Berdarah di Rumah Lizzie Borden

Pada pagi yang tenang pada tanggal 4 Agustus 1892, kota Fall River, Massachusetts, dikejutkan oleh sebuah kejahatan yang mengerikan. Di dalam dinding Rumah Lizzie Borden, dua nyawa telah direnggut secara brutal: Andrew Borden, ayah Lizzie, dan Abby Borden, ibu tirinya.

Rumah Lizzie Borden

Rumah Lizzie Borden, yang terletak di 230 Second Street, adalah sebuah rumah bergaya Victoria yang dibangun pada tahun 1870-an. Rumah itu terdiri dari tiga lantai dan memiliki 10 kamar. Keluarga Borden tinggal di lantai dua, sementara pembantunya, Bridget Sullivan, tinggal di lantai tiga.

Pada pagi kejadian, Andrew dan Abby Borden sedang berada di rumah sendirian. Lizzie dan saudara perempuannya, Emma, sedang mengunjungi teman di New Bedford. Bridget Sullivan sedang keluar membeli daging.

Penemuan Mayat

Sekitar pukul 11 pagi, Bridget Sullivan kembali ke rumah dan menemukan pintu depan tidak terkunci. Dia masuk dan menemukan mayat Andrew Borden tergeletak di sofa di ruang tamu. Kepalanya telah dihancurkan dengan kapak.

Sullivan berteriak ketakutan dan berlari ke atas untuk memberitahu Lizzie dan Emma. Mereka menemukan mayat Abby Borden di kamar tidurnya. Dia juga telah dibunuh dengan kapak, dan kepalanya telah dihancurkan dengan sangat parah.

Investigasi

Polisi segera dipanggil, dan mereka memulai penyelidikan. Mereka segera mencurigai Lizzie Borden, yang merupakan satu-satunya orang yang berada di rumah pada saat pembunuhan.

Lizzie Borden memberikan keterangan yang bertentangan dan tidak dapat menjelaskan mengapa dia tidak mendengar suara teriakan atau perjuangan apa pun. Dia juga tidak dapat menjelaskan mengapa dia tidak melihat siapa pun keluar dari rumah pada saat kejadian.

Persidangan

Lizzie Borden ditangkap dan diadili atas pembunuhan orang tuanya. Persidangannya adalah salah satu yang paling terkenal dalam sejarah Amerika.

Jaksa penuntut berpendapat bahwa Lizzie Borden telah membunuh orang tuanya karena dia menginginkan warisan mereka. Mereka menyajikan bukti bahwa dia memiliki kapak yang cocok dengan luka-luka pada korban, dan bahwa dia telah membeli sianida beberapa hari sebelum pembunuhan.

Pengacara pembela Lizzie Borden berpendapat bahwa dia tidak bersalah dan bahwa orang lain yang telah melakukan pembunuhan tersebut. Mereka menyajikan bukti bahwa Lizzie Borden adalah seorang wanita muda yang lembut dan penyayang, dan bahwa dia tidak akan pernah mampu melakukan kejahatan yang begitu mengerikan.

Putusan

Setelah persidangan yang berlangsung selama dua bulan, Lizzie Borden dinyatakan tidak bersalah. Juri tidak dapat mencapai konsensus mengenai bersalah atau tidaknya dia.

Keputusan tersebut mengejutkan banyak orang, dan banyak yang percaya bahwa Lizzie Borden lolos dari keadilan. Namun, dia tidak pernah didakwa lagi atas pembunuhan orang tuanya.

Teori Alternatif

Sejak persidangan, banyak teori alternatif telah diajukan tentang siapa yang sebenarnya membunuh Andrew dan Abby Borden. Beberapa orang percaya bahwa Bridget Sullivan, pembantu keluarga, adalah pelakunya. Yang lain percaya bahwa Emma Borden, saudara perempuan Lizzie, adalah orang yang bertanggung jawab.

Namun, tidak ada bukti kuat yang mendukung teori-teori ini. Pembunuhan di Rumah Lizzie Borden tetap menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan dalam sejarah Amerika.

Dampak Pembunuhan

Pembunuhan di Rumah Lizzie Borden memiliki dampak yang besar pada kota Fall River dan sekitarnya. Kota ini menjadi tujuan wisata populer, dan banyak orang datang untuk melihat rumah tempat pembunuhan tersebut terjadi.

Rumah Lizzie Borden sekarang menjadi museum, dan pengunjung dapat melakukan tur ke rumah tersebut dan mempelajari tentang pembunuhan tersebut. Rumah ini juga telah menjadi inspirasi bagi banyak buku, film, dan acara televisi.

Pembunuhan di Rumah Lizzie Borden adalah sebuah pengingat akan sisi gelap dari sifat manusia. Ini adalah kisah tentang keserakahan, kecemburuan, dan kekerasan. Ini adalah kisah yang akan terus diceritakan selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pembunuhan Misterius di Rumah Lizzie Borden: Sebuah Kisah yang Tak Terpecahkan

Pada pagi yang kelabu tanggal 4 Agustus 1892, kota Fall River, Massachusetts, digemparkan oleh pembunuhan mengerikan yang terjadi di rumah keluarga Borden. Andrew Borden, seorang pengusaha kaya, dan istrinya, Abby, ditemukan tewas secara brutal di dalam rumah mereka. Pembunuhan ini menggemparkan bangsa dan menjadi salah satu misteri pembunuhan paling terkenal dalam sejarah Amerika.

Korban dan TKP

Andrew Borden (70 tahun) adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki pabrik kapas. Istrinya, Abby (64 tahun), adalah seorang wanita yang pendiam dan religius. Pada pagi yang menentukan itu, pasangan itu ditemukan tewas di rumah mereka yang terletak di 230 Second Street.

TKP-nya mengerikan. Andrew ditemukan tergeletak di sofa di ruang tamu, kepalanya hancur oleh 11 pukulan kapak. Abby ditemukan di kamar tidurnya, juga dengan kepala yang hancur akibat pukulan kapak. Tidak ada tanda-tanda masuk paksa atau perampokan.

Tersangka Utama: Lizzie Borden

Lizzie Borden (32 tahun), putri bungsu Andrew, segera menjadi tersangka utama. Dia berada di rumah pada saat pembunuhan dan tidak memiliki alibi yang jelas. Lizzie memiliki motif potensial karena dia tidak akur dengan ibu tirinya dan memiliki masalah keuangan.

Penyelidikan dan Persidangan

Penyelidikan polisi dipimpin oleh Inspektur Patrick Kennedy. Lizzie ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan. Persidangannya berlangsung selama 13 hari dan menjadi tontonan media.

Jaksa penuntut berpendapat bahwa Lizzie adalah satu-satunya orang yang memiliki kesempatan untuk melakukan pembunuhan dan dia memiliki motif yang jelas. Namun, pembela Lizzie berpendapat bahwa dia tidak bersalah dan tidak ada bukti kuat yang mengaitkannya dengan kejahatan tersebut.

Putusan dan Konsekuensi

Pada 20 Juni 1893, Lizzie Borden dinyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan. Putusan ini mengejutkan banyak orang dan menimbulkan kontroversi yang besar. Beberapa orang percaya bahwa Lizzie bersalah dan lolos dari keadilan, sementara yang lain percaya bahwa dia tidak bersalah.

Setelah persidangan, Lizzie Borden menjadi selebriti. Dia pindah ke Massachusetts dan menjalani kehidupan yang tenang sampai kematiannya pada tahun 1927. Rumah Borden diubah menjadi museum dan menjadi tujuan wisata populer.

Teori dan Spekulasi

Kasus pembunuhan Lizzie Borden tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan hingga hari ini. Ada banyak teori tentang siapa pembunuh sebenarnya, termasuk:

  • Lizzie Borden
  • Bridget Sullivan, pembantu rumah tangga keluarga Borden
  • John Morse, seorang tukang yang bekerja di rumah Borden
  • William Borden, saudara laki-laki Lizzie

Namun, tidak ada teori yang dapat dibuktikan secara meyakinkan.

Kesimpulan

Pembunuhan di Rumah Lizzie Borden adalah salah satu misteri pembunuhan paling terkenal dan memikat dalam sejarah Amerika. Meskipun Lizzie Borden dinyatakan tidak bersalah, banyak orang percaya bahwa dia adalah pelakunya yang sebenarnya. Kasus ini terus menarik minat dan spekulasi hingga hari ini, menjadi pengingat akan misteri dan kegelapan yang dapat disembunyikan di balik fasad kehidupan yang tampaknya biasa.

FAQ Unik

  1. Apakah Lizzie Borden pernah mengakui kejahatannya?
    Tidak, Lizzie Borden tidak pernah mengakui pembunuhan tersebut dan dia selalu menyatakan tidak bersalah.

  2. Apakah ada bukti DNA yang menghubungkan Lizzie Borden dengan pembunuhan tersebut?
    Tidak, tidak ada bukti DNA yang menghubungkan Lizzie Borden dengan pembunuhan tersebut.

  3. Apakah rumah Lizzie Borden berhantu?
    Beberapa orang percaya bahwa rumah Lizzie Borden berhantu, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini.

  4. Apakah Lizzie Borden kaya setelah pembunuhan?
    Ya, Lizzie Borden mewarisi sebagian besar kekayaan ayahnya setelah pembunuhan tersebut.

  5. Apakah ada film atau acara TV yang dibuat tentang pembunuhan Lizzie Borden?
    Ya, ada banyak film dan acara TV yang dibuat tentang pembunuhan Lizzie Borden, termasuk "Lizzie Borden Took an Ax" (1947), "The Legend of Lizzie Borden" (1975), dan "Lizzie Borden Chronicles" (2015).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *