Scroll untuk baca artikel
Kuliner

Cerita entrepreneur lokal Malang merintis bidang usaha madu

61
×

Cerita entrepreneur lokal Malang merintis bidang usaha madu

Sebarkan artikel ini

Malang – Andoni Pridatama memutuskan untuk merintis usaha madu setelahnya mengundurkan diri dari dari bank dan juga mencoba mendirikan bidang usaha pelanggan gamis, camilan, hingga durian.

Pria dengan syarat Malang, Jawa Timur, yang digunakan sampai tahun 2019 bekerja di bank itu memulai perusahaan madu pada tahun 2020.

"Saya mutusin buat pergi dari (dari bank), itu memproduksi saya dikatain pendatang bodoh, sebab sudah ada punya penghasilan masih tapi justru keluar," kata Andoni dalam Malang, Awal Minggu (3/6).

"Tapi, saya pikir enggak jadi solusi kalau kita belum jadi entrepreneur," katanya.

Upaya Andoni merintis kegiatan bisnis madu lokal tak mulus. Pada masa awal merintis usaha, ia berubah menjadi penderita kecurangan mitra peternak lebah sehingga merugi Rp30 juta.

Namun, Andoni bukan menyerah. Dia melanjutkan bisnis dengan modal yang tersebut masih tersisa.

"Saya ingat banget modal lagi dari Rp500.000. Saya beli satu kotak sarang lebah itu seharga Rp50.000, saya hanya saja dapat 10 kotak," ujarnya.

Varian barang Sarang Maduku. (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

Madu semakin populer pada masa pandemi COVID-19, yang digunakan berlangsung hingga pertengahan tahun 2023. 

Perbaikan popularitas madu didorong oleh keyakinan bahwa madu dapat meningkatkan ketahanan tubuh lalu membantu penyembuhan penderita COVID-19.

Bisnis Sarang Maduku milik Andoni pun mengalami perkembangan berkat peningkatan popularitas madu pada masa pandemi.

Saat ini omset Sarang Maduku sekitar Rp2 miliar per tahun serta jangkauan pasarnya telah sampai ke Pulau Sumatera serta Papua.

Setiap bulan, Sarang Maduku dapat berjualan sampai 30 jt ton madu yang mana dihimpun dari 120 mitra peternak lebah dalam wilayah seperti Malang, Kediri, Pati, hingga Sumatera.

Sarang Maduku saat ini mengedarkan 33 varian komoditas madu yang tersebut diolah dari madu lebah ternak, lebah hutan, dan juga lebah klanceng.

Andoni menggandeng ahli gizi pada melakukan riset untuk mengembangkan barang madu maupun memberikan rekomendasi terhadap konsumen.

"Ahli gizi juga terlibat trial and error. Contoh, paket diet, saya juga enggak percaya tiga item itu dapat ngurusin badan selama 31 hari. Jadi ahli gizi support untuk menangkap animo lingkungan ekonomi sehingga tahu keinginan yang tersebut sedang dibutuhkan pasar," kata Andoni.

Dia menyampaikan bahwa Sarang Maduku terus berinovasi guna menghadirkan beragam produk-produk madu bagi konsumen.

"Kalau hasil ada setiap bulan kita usahakan minimal dua komoditas baru ke Sarang Maduku," katanya.

Artikel ini disadur dari Cerita pengusaha lokal Malang merintis usaha madu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *